MANADO.Updatekawanua.com
— Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara terpilih, Sintya Nidyah Christin Bojoh, turun langsung meninjau lokasi terdampak gempa bumi di kawasan Gedung KONI Manado, Kamis (2/4/2026).
Di tengah suasana penuh kepanikan pascagempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Sintya terlihat berjalan menyusuri area sekitar gedung yang mengalami kerusakan. Kehadirannya di lokasi bencana dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus menyapa warga serta para jurnalis yang sejak awal meliput kejadian tersebut.

Gempa yang berpusat di perairan sekitar wilayah Maluku Utara itu sempat menimbulkan kepanikan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara, termasuk Kota Manado. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara data korban jiwa dan luka-luka masih terus diperbarui oleh pihak berwenang.
Di beberapa titik, warga memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan. Aparat dan relawan juga terlihat melakukan pemantauan serta membantu proses evakuasi warga yang terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Sintya menyampaikan rasa duka atas korban yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
“Kami turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, dan bagi para korban luka-luka kami berharap dapat segera pulih,” ujar Sintya.
Ia juga menekankan pentingnya peran jurnalis dalam menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi di media sosial, wartawan harus tetap berpegang pada prinsip verifikasi agar berita yang disampaikan tidak menimbulkan kepanikan baru di masyarakat.
“Pers memiliki peran besar, bukan hanya menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi juga memastikan setiap berita yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa situasi bencana sering kali memunculkan berbagai informasi yang belum tentu benar. Karena itu, profesionalisme dan ketelitian wartawan sangat dibutuhkan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan terpercaya.
Sementara itu, para jurnalis di lapangan terus bekerja mengirim laporan, mengambil gambar, serta mewawancarai warga dan petugas. Di tengah suara sirene dan aktivitas evakuasi, kerja jurnalistik tetap berlangsung, menjadi jembatan informasi antara lokasi bencana dan masyarakat luas.
Kehadiran Sintya di lokasi diharapkan juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para wartawan yang menjalankan tugas peliputan di tengah situasi darurat.
(JR)

