MANADO,Updatekawanua.com — Penanganan kasus runtuhnya sebagian bangunan Gedung KONI di Jalan RW Mongisidi, Kota Manado, terus bergulir. Kejaksaan Negeri Manado memastikan laporan terkait dugaan masalah kualitas pekerjaan proyek tersebut tetap didalami, menyusul beberapa kali insiden runtuhnya bagian bangunan, termasuk setelah gempa bumi yang terjadi baru-baru ini.
(.tgl-17-4-2026).
Kepala Seksi Intelijen Kejari Manado, Arthur Piri, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait. Pemeriksaan tersebut mencakup saksi-saksi maupun keterangan ahli untuk mengungkap penyebab runtuhnya bagian gedung tersebut.
“Pada prinsipnya terkait bangunan KONI secara komprehensif sementara dilakukan pemeriksaan, baik saksi maupun ahli,” ujar Arthur Piri kepada radarmanadoonline.com.
Menurutnya, perkembangan kondisi fisik bangunan yang beberapa kali mengalami kerusakan juga menjadi bagian dari materi pemeriksaan. “Jadi terkait perkembangan fisik yang beberapa kali runtuh ter-cover dalam hasil pemeriksaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini proses masih berada pada tahap penyelidikan. Namun tidak menutup kemungkinan akan segera ditingkatkan ke tahap berikutnya setelah seluruh bahan dan keterangan terkumpul.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026, menyebabkan kanopi dan sayap Hall B Gedung KONI Manado ambruk. Insiden tersebut bahkan menimbulkan korban jiwa, yakni Deece Lahia, kakak dari mantan petinju nasional Ilham Lahia.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik, terlebih karena sebelumnya bagian bangunan yang sama juga dilaporkan pernah roboh akibat gempa pada 2023 dan telah diperbaiki.
Runtuhnya gedung tersebut turut memicu desakan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat agar aparat penegak hukum mempercepat penanganan laporan dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan KONI yang kemudian berubah menjadi renovasi gedung.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulawesi Utara, Januarius Bolitobi, memastikan pihak Kejaksaan Tinggi Sulut terus memonitor perkembangan penanganan kasus ini.
“Kejati Sulut tetap melakukan monitoring dan tentu berkoordinasi dengan Kejari Manado terkait perkembangan penanganan perkara tersebut,” katanya.
Rangkaian kejadian di lokasi yang sama, mulai dari kerusakan pascagempa hingga jatuhnya korban jiwa, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas penyebab runtuhnya bangunan tersebut
(JR)

