Manado ,Updatekawanua,com– Suasana
pelantikan pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) kabupaten/kota se-Sulawesi Utara di Manado tidak hanya diwarnai prosesi seremonial. Di tengah kegiatan tersebut, muncul gagasan yang menarik perhatian terkait masa depan pengelolaan pertambangan rakyat melalui wadah koperasi 
Gagasan itu disampaikan oleh Ketua Dekopinda Minahasa Tenggara, Steven Randolf Mamahit, yang hadir bersama Sekretaris Dekopinda Minahasa Tenggara, Valdy Suak.
Keduanya menilai koperasi dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong pengelolaan pertambangan rakyat secara lebih modern, tertata, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Menurut Steven, pelantikan pengurus Dekopinda merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran koperasi di berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor pertambangan rakyat yang selama ini banyak dikelola secara informal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang dinilai berperan dalam mengawal penetapan 63 Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Penetapan WPR ini memberi kepastian bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan rakyat. Ini membuka peluang besar untuk pengelolaan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” ujar Steven.
Steven juga menyoroti peran Ketua Dekopinwil Sulawesi Utara, Vecky Lumentut, yang dinilai memiliki visi dalam memperkuat koperasi daerah. Menurutnya, posisi Vecky sebagai Komisaris di Bank SulutGo dapat menjadi jembatan bagi koperasi untuk lebih mudah mengakses dukungan pembiayaan dari sektor perbankan.
Ia mengajak para penambang rakyat, khususnya di Kabupaten Minahasa Tenggara, untuk bergabung dalam koperasi agar memiliki kekuatan kolektif dalam mengelola usaha dan membangun kemitraan dengan pemerintah maupun lembaga keuangan.
“Jika para penambang bersatu dalam koperasi, mereka tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Kekuatan kolektif ini akan meningkatkan daya tawar sekaligus membuka akses terhadap modal dan pengelolaan usaha yang lebih profesional,” katanya.
Pelantikan pengurus Dekopinda tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Viktor Mailangkay, serta sejumlah bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Steven menilai kehadiran para kepala daerah menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan di Sulawesi Utara, terutama melalui sinergi antara pemerintah daerah, koperasi, dan masyarakat.
Ia optimistis, jika pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat dapat dijalankan melalui koperasi secara profesional, sektor tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan penambang, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat, Sulawesi Utara memiliki peluang besar untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” ujar Steven.
Di akhir pernyataannya, Steven mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekonomi daerah.
“Kita memiliki kesempatan besar. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita bisa membawa Sulawesi Utara menuju masa depan ekonomi yang lebih kuat dan sejahtera,” pungkasnya.
( Jansen Rarung)



