TONDANO –Updatekawanua.com
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano menggelar kegiatan bakti sosial dengan membersihkan fasilitas umum dan rumah ibadah di wilayah Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus bagian dari program pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Aksi sosial ini melibatkan seluruh jajaran pegawai Lapas Tondano bersama sejumlah warga binaan yang telah memasuki tahap asimilasi.
Sebanyak 15 orang WBP turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan membersihkan kawasan Lapangan Sam Ratulangi serta area GPdI Pusat Tondano. Kegiatan dilakukan secara gotong royong sebagai wujud kebersamaan dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Akhmad Sobirin Soleh, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki kepedulian sosial serta kesiapan untuk kembali berbaur di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir dan berkontribusi nyata bagi lingkungan. Ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan bagi warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang turut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih tersebut.
Kepala DLH Minahasa, Nofry Lontaan, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Lapas Tondano. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah menjadi contoh positif dalam membangun kepedulian sosial serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi jajaran pemasyarakatan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan peran aktif dalam mendukung pembangunan sosial di berbagai daerah di Indonesia.
(JR)

