MINAHASA, Updatekawanua.com – Proyek pembangunan dan rehabilitasi peningkatan sumber air bersih milik desa di Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, menjadi perhatian masyarakat. Kegiatan yang berlokasi di Jaga IV tersebut memiliki total anggaran sebesar Rp213.078.800.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek, sumber pembiayaan berasal dari dana campuran, yakni Dana Desa (DDS) sebesar Rp201.588.450, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp3.690.100, serta dana lain-lain (DLL) sebesar Rp7.800.250. Pekerjaan itu ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari kalender.
Namun, sejumlah warga mempertanyakan beberapa hal yang dinilai belum dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Salah satu sorotan utama adalah penggunaan dana campuran dalam proyek tersebut, termasuk dasar pengalokasian masing-masing sumber anggaran.
Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya informasi mengenai waktu mulai pekerjaan yang seharusnya dicantumkan secara jelas agar masyarakat dapat mengetahui jadwal pelaksanaan proyek sejak awal.
“Di papan proyek hanya tertulis lama pekerjaan 30 hari kalender, tetapi tidak disampaikan kapan mulai pekerjaan dan kapan target selesai. Itu seharusnya jelas supaya masyarakat bisa ikut mengawasi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Istilah pekerjaan yang tertulis sebagai rehabilitasi peningkatan sumber air bersih juga menimbulkan pertanyaan. Menurut warga, pekerjaan di lokasi tersebut diduga baru pertama kali dilakukan, sehingga penggunaan kata rehabilitasi dinilai perlu penjelasan lebih lanjut.
“Kalau rehabilitasi berarti sebelumnya sudah ada bangunan atau fasilitas yang diperbaiki. Tapi setahu kami, pekerjaan seperti ini baru pertama kali ada di lokasi itu,” tambah warga lainnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga menilai volume pekerjaan yang dicantumkan pada papan proyek masih terlalu umum dan tidak rinci. Warga berharap informasi mengenai panjang, lebar, jumlah unit, hingga spesifikasi teknis lainnya disampaikan secara terbuka.
“Volume pekerjaan harus jelas. Jangan hanya ditulis umum, karena masyarakat juga berhak tahu apa yang dibangun dan seberapa besar pekerjaannya,” lanjut warga.
Meski demikian, masyarakat menegaskan proyek air bersih sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan warga terhadap akses air bersih di sejumlah wilayah Desa Tateli. Karena itu, warga berharap pemerintah desa dapat meningkatkan keterbukaan informasi agar tidak menimbulkan asumsi negatif di tengah masyarakat.
Warga juga meminta instansi terkait turun melakukan pengawasan agar seluruh tahapan proyek berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Transparansi penggunaan dana desa dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap setiap program pembangunan. (*Redaksi)

